Geçmiş Zaman - Bentuk waktu lampau (-D°I°+kişi ekleri))

Merhaba arkadaşlar! Di postingan şimdiki zaman yang kita bahas adalah cara menyatakan suatu kegiatan yang kita sedang lakukan sekarang (atau kegiatan rutin) dalam bahasa Turki, bukan? Kali ini kita akan belajar cara menyatakan suatu kegiatan yang sudah terjadi atau terjadi di masa lampau (geçmiş – sudah lewat), seperti past tense dalam bahasa Inggris. Langsung saja kita ulas dibawah ini.


Geçmiş zaman.

Menurut saya aturan dalam bentuk lampau (geçmiş zaman) ini tidaklah sebanyak aturan dalam bentuk sekarangnya (şimdiki zaman). Dalam bentuk lampau hanya tiga hal yang perlu kita perhatikan dalam pemberian imbuhan, yaitu harmonisasi hurufnya akhirnya, imbuhan subyeknya dan perubahan karena huruf akhir berupa huruf-huruf fıstıkçı şahap.


  • Harmonisasi huruf akhir.Semua huruf vokal pada imbuhan berubah sesuai pasangannya dengan huruf vokal terakhir kata kerja yang diberi imbuhan. Pasangannya:


    a, ı > ı               e,i > i               o, u > u               ö, ü > ü

    C
    ontoh:
                     yapmak > yaptı
                     gelmek > geldi
                     görmek > gördü


  • Aturan fıstıkçı şahap.Jika huruf akhir kata kerja (setelah dihilangkan –mak/-mek) berupa huruf-huruf berikut maka huruf “D” pada imbuhan bentuk lampau berubah menjadi “T”.

    F     S     T     K     Ç     Ş     H     P

    Contoh
    :
                    bakmak > baktı
                    gitmek > gitti
                    kesmek > kesti


Untuk imbuhan subyeknya kita akan langsung melihatnya dalam format positif, negatif, pertanyaan positif, dan pertanyaan negatif.


Not:
  • Dalam bentuk negatif kata kerja yang digunakan adalah kata kerja negatif. Contoh: yap- > yapma-, gel- > gelme-, ver- > verme-.
  • Dalam bentuk pertanyaan kalimat tanya yang dipakai huruf vokalnya sama dengan huruf vokal pada imbuhan kata kerja.

bentuk lampau positif


bentuk lampau negatif


bentuk lampau positif pertanyaan

bentuk lampau negatif pertanyaan

Demikianlah aturan dalam geçmiş zaman ini teman-teman. Hati-hati dengan imbuhan padak subyek biz, jika sebelumnya imbuhan yang dipakai adalah –miz maka kali ini hanya huruf “K” yang dipakai.


Geçmiş zaman ini tidak hanya digunakan pada fiil. Tetapi juga pada sifat dan var/yok. Bagaimana kita menyatakan bentuk lampau dengan format var/yok? Seperti ini misalnya, sebelumnya benda itu ada kemudian tidak ada lagi, atau sebaliknya, sebelumnya ada menjadi tidak ada. Aturan imbuhan semua sama dengan imbuhan pada kata kerja, kecuali jika huruf akhir kata yang diberi imbuhan adalah vokal maka disisipkan huruf “y”, dan bentuk negatifnya. Saya akan menyajikan tabel dibawah agar teman-teman bisa melihat sendiri dengan lebih jelas.



bentuk lampau sifat positif

Coba teman-teman perhatikan, pada kata “zengin” imbuhan lampau (-dI°) tidak mengalami perubahan, karena huruf akhirnya (n) bukan sebuah huruf pengecualian. Pada kata “zayıf” terdapat aturan fıstıkçı şahap dan imbuhan berubah menjadi (-tI°). Sedangkan pada kata terakhir terdapat huruf tambahan, yaitu huruf “y”. Huruf “y” ditambahkan jika huruf terakhir dari kata yang diberi imbuhan diakhiri oleh huruf vokal (kısa).


bentuk lampau sifat negatif


Pada bentuk negatif cara menyatakannya pun hampir sama, yaitu dengan menambahkan değil. Hanya saja imbuhannya menggunakan imbuhan lampau untuk menyatakan/menceritakan hal yang sudah terjadi/lewat. Jadi, untuk mengatakan “dulu saya sangat miskin” dalam bahasa Turki yaitu “ben çok fakırdım”.

Bagaimana teman-teman? Sekarang kita sudah bisa menyatakan dua bentuk waktu dalam bahasa Turki, yaitu yang sedang berlangsung dan yang sudah lewat. Agak susah ya? Lagi, frekuensi kita mencoba untuk mempraktekannya lah yang paling penting dan akan membuat kita terbiasa untuk mengucapkannya. Semakin sering kita praktikkan, semakin baik.

Semoga bermanfaat. R
daha fazla →

-mA°dA°n önce ve -D°I°ktA°n sonra

thumbnail 22Nah nah, topik kali ini nggak jauh beda sama topik yang kita ulas di postingan setelah/sebelum. Bedanya, jika sebelumnya kata yang digunakan adalah isim, maka disini fiil lah yang akan kita gunakan. Logika dari ulasan kali ini adalah: cara menyatakan kegiatan yang kita lakukan setelah atau sebelum kegiatan yang lain, dalam bahasa turki pastinya. bagaimana caranya? Langsung saja kita bahas.


-mA°dA°n önce

Pertama bentuk kata ini yang akan kita bahas, yaitu cara menyatakan suatu kegiatan sebelum melakukan kegiatan lain. Contoh: cuci tangan sebelum makan, makan sebelum belajar, belajar sebelum menonton TV, dll. Aturan imbuhan yang dipakai disini adalah hanya harmonisasi huruf akhir kata kerja seperti berikut:

a, ı, o, u > a                    e, i, ö, ü > e

örnekler:
  • gitmeden önce.
  • Uyumadan önce.
  • Ders çalışmadan önce.
  • Banyo yapmadan önce.
  • Evden çıkmadan önce.

Contoh penerapan dalam kalimat:
  • Yemek yemeden önce ellerimi yıkıyoruz.
  • Uyumadan önce biraz kitap okuyorum.
  • Ders çalışmadan önce mutlaka yemek yiyor.
  • Banyo yapmadan önce elbiselerimi çıkarıyoruz.
  • Evden çıkmadan önce ceketimi giyiyorum.

Semua yang kita jelaskan disini adalah apa yang kita lakukan sebelum kalimat inti yang menjadi maksud pembicaraan.


-D°I°ktA°n sonra

Nah, jika ulasan diatas dijelaskan cara menyatakan kegiatan sebelum kita melakukan kegiatan lain, maka disini cara menyatakan kegiatan sesudah kegiatan lain lah yang akan kita ulas. Contohnya: mencuci piring setelah makan, mandi setelah berolahraga, shalat setelah bangun tidur, dll. Aturan imbuhan disini selain menggunakan harmonisasi juga mengguanakan aturan fıştıkçı şahap, yaitu huruf ‘D’ pada imbuhan akan berubah menjadi ‘T’ jika bertemu dengan huruf-huruf

F     S     T     K     Ç     Ş     H     P

Örnekler:
  • Ders çalıştıktan sonra.
  • Spor yaptıktan sonra.
  • Namaz kıldıktan sonra.
  • Kitap okuduktan sonra.
  • Türkçe öğrendikten sonra.

Contoh penerapan dalam kalimat:
  • Ders çalıştıktan sonra televizyon izliyoruz.
  • Ali por yaptıktan sonra banyo almıyor.
  • Küçük kardeşim namaz kıldıktan sonra iki sayfa Kuran okuyor.
  • Ben kitap okuduktan sonra hemen uyuyorum.
  • Türkçe öğrendikten sonra ünivesiteye gidiyorum.

Dan banyak lagi contoh yang bisa kita buat dalam kegiatan kita sehari-hari.

Berhubung pada ulasan ini tidak banyak yang bisa dibahas, saya akan mencoba untuk membahas 1 topik kecil sebagai tambahan, yaitu cara menyatakan ‘juga’ dalam bahasa Turki.


dA°

‘juga’ seperti dalam bahasa Indonesia digunakan saat kita menyatakan dua objek atau lebih yang memiliki kesamaan sifat. Apakah cara menyatakannya dalam bahasa Turki juga menggunakan sebuah imbuhan? Jawabannya: tidak. Kata ‘juga’ dalam bahasa Turki, yaitu ‘da/de’ merupakan sebuah kalimat. Kenapa ada dua macam? Walaupun sebuah kalimat tetap digunakan aturan harmonisasi huruf vokal akhir disini. Yaitu harmonisasi seperti tertulis di ulasan di atas. Contoh penggunaannya dalam kalimat adalah sebagai berikut.

Örnekler:
  • Sen iyisin, ben de iyiyim.
  • İbrahim akıllı, Samin de akıllı.
  • Hamdullah bir öğrenci, Hüseyin de bir öğrenci.
  • İsmail’in babası, babam da bir doktor.
  • Ahmat yakışıklı, Safwan yakışıklı, Risky de yakışıklı.

Satu hal yang perlu diperhatikan, tidak ada perubahan pada huruf ‘D’ pada kata ‘da/de’ ini, karena memang dasarnya adalah sebuah kata. Tapi ketika kita telah terbiasa berbicara dalam bahasa Turki, maka secara otomatis aturan fıstıkçı şahap juga akan digunakan, yaitu ‘D’ berubah menjadi ‘T’.


İse

Nah, bagaimana jika dua sifat yang dibandingkan tidak sama? İse  lah yang digunakan sebagai ganti dari da/de. Tidak ada aturan khusus disini. Contoh penggunaan dalam kalimat sebagai berikut.
  • Selahaddin çok zengin ama Sofyan fakir – Selahaddin çok fakir Sofyan ise fakir.
  • Onlar şanslılar ama biz şansızız – onlar şanslılar biz ise şansızız.
  • Sen Türksün ama ben Endonezyalıyım – sen Türksün ben ise Endonezyalıyım.


Info tambahan:
Cara menyatakan suatu keinginan (mau) dalam bentuk kata kerja:
  • Su içmek istiyorum.
  • Uyumak istiyorum.
  • Öğrenciler genelikle ödev yapmak istemiyorlar.
  • Ben Türkiye’de üniversite okumak istiyorum.

Semoga bermanfaat. R
daha fazla →

Günlük Konuşma - Percakapan sehari-hari #2

Terus-terusan gramer kayaknya nggak seru juga. Apalagi kalau tanpa penggunaan kata-kata kerja yang sudah kita pelajari sehari-hari, bener nggak? Karenanya, mari kita lihat beberapa percakapan berikut ini.


     1. Dialog.
1. Diyalog #2

     2. Dialog.
2. Diyalog #2

     3. Dialog.
3. Diyalog #2


Sekian dulu teman-teman.
Semoga bermanfaat. R
daha fazla →

Aile - Keluarga dalam bahasa Turki


 thumbnail keluarga besar
Benim Ailem


  • Büyük baba/Dede: Ayah dari ayah atau ayah dari ibu; Kakek.
  • Büyük anne/Babaanne/Nine: Ibu dari ayah; Nenek.
  • Büyük anne/Anneanne/Nine: Ibu dari ibu; Nenek.
  • Baba: Ayah.
  • Anne: Ibu.
  • Erkek kardeşi: Saudara laki-laki; abang/adik laki-laki.
  • Kız kardeşi: Saudara perempuan; Kakak/adik perempuan.
  • Ağabey: Abang.
  • Abla: Kakak.
  • Koca: Suami.
  • Eş/karı: Istri. (karı hanya dipakai suami untuk memanggil istrinya)
  • Çocuk: Anak.
  • Oğul: Anak laki-laki.
  • Kız: Anak perempuan.
  • Torun: Cucu.
  • Amca: Paman/oom dari pihak ayah.
  • Hala: Bibi/tante dari pihak ayah.
  • Dayı: Paman/oom dari pihak ibu.
  • Teyze: Bibi/tante dari pihak ibu.
  • Kuzen: Sepupu.
  • Enişte: Ipar laki-laki.
  • Yenge: Ipar perempuan.
  • Yeğen: Keponakan.
  • Kayınpeder/kayınbaba/kaynata: Mertua laki-laki.
  • Kayınvalide/kaynana: Mertua perempuan.
  • Damat: Menantu laki-laki.
  • Gelin: Menantu perempuan.
  • Aile: Keluarga.
  • Akraba: Saudara.


Contoh dalam kalimat:
S:  kaç kardeşin var?
     C:  2 kardeşim var. Bir kız ve bir erkek.
S:  Ahmet kim?
     C:  Ahmet benim dayım.
S: babanın kız kardeşi nedir?
     C:  babanın kız kardeşi haladır.

Semoga bermanfaat. R
daha fazla →

İyelik Ekleri - Imbuhan kepemilikan

“Buku ini milikku. Tas itu miliknya. Ini sepatumu.” Kira-kira seperti inilah kalimat yang akan kita ulas di postingan ini. Ya, bentuk kepemilikan dari sesuatu, baik itu orang maupun benda. Pastinya ada yang namanya imbuhan, dan ada aturan dalam pemakaiannya. Bagaimana cara memberikan imbuhannya? Mari kita lihat penjelasan di bawah ini.

İyelik ekleri.

Dalam bahasa Turki ada 1 hal menarik yang digunakan dalam bentuk kepemilikannya. Jika dalam bahasa Inggris hanya kata ganti yang diubah untuk menyatakan kepemilikan (my, your, their), dalam bahasa Turki kita memberikan imbuhan pada keduanya, kata ganti dan bendanya. Contohnya: benim telefonum. Dan tentu sajharmoa, ada aturan dalam pemberian imbuhan-imbuhan ini. Poin penting dari aturan-aturannya adalah, harmonisasi huruf vokal akhir dengan benda yang dimiliki. Saya akan langsung menuliskan contoh-contohnya agar lebih memudahkan pemahaman.

Harmonisasi huruf:
a, ı > ı             e,i > i             o, u > u             ö, ü > ü


Benda yang berakhir dengan huruf vokal.

Contoh iyelik ekleri akhir vokal

Benda yang berakhir dengan huruf konsonan.

Contoh iyelik ekleri akhir konsonan


Ada 3 pengecualian (istisna kelimeleri) dalam iyelik ekleri, yaitu:

  • Ses yumuşaması

Atau dalam bahasa Indonesia penghalusan suara. Seperti yang pernah saya tuliskan di postingan kemana? bahwa bagi orang Turki menyebutkan beberapa huruf adalah sulit, maka mereka membuat penghalusan disana. Huruf-huruf tersebut disebut juga huruf-huruf ketçap.

K > G/Ğ     T > D     Ç > C     P > B

Artinya: misalnya huruf akhir suatu benda adalah “p”, maka huruf tersebut diubah menjadi “b”.

Contoh:
Kitap > benim kitabım.
Kağıt > onun kağıdı.
Çiçek > senin çiçeğin.

Tapi sayangnya tidak semua huruf yang berakhiran ketçap mengalami penghalusan, karenanya teman-teman harus bisa mengingat, ya, mengingat kata-kata yang mengalami penghalusan ini. Contoh kata yang tidak mengalami penghalusan: saç, bisiklet, hayat.

  • Hece (ünlü) düşmesi

Atau dalam bahasa Indonesia penghilangan suku kata. Dalam beberapa kata, huruf vokal akhirnya akan dihilangkan jika diberi imbuhan kepemilikan. Dan ingat, harmonisasi disesuaikan dengan huruf vokal yang dihilangkan.

Contoh:
Burun > benim burnum.
Karnım > bizim karnımız.
Vakit > vaktim.

Teman-teman bisa lihat dicontoh terakhir. Walaupun setelah dihilangkan huruf vokal akhir menjadi “a”, tapi imbuhan tetap menggunakan “i” sesuai dengan huruf yang dihilangkan. Dan juga hanya beberapa huruf yang mengalami perubahan ini.

  • Pengecualian yang lainnya.

Untuk yang terakhir ini sama dengan istisna kelimeleri yang saya tulis di postingan çoğul ekleri.
contoh:

saat > benim saatim (bukan saatım)
hakikat > senin hakikatin (bukan hakikatın)
alkol > onun alkolü (bukan alkolu)


Belirtli ve belirtsiz ad tamlaması.

Ulasan di atas adalah mengenai aturan-aturan gramer yang dipakai pada kata ganti orang. Bagaimana jika yang kita gunakan adalah sebuah nama? Bagaimana pula jika yang kita gunakan adalah sebuah benda? Untuk ini akan kita bahas pastinya.

Not: sebelum memulai, beberapa hal yang harus teman-teman ingat adalah:
  • Peletakan kata dalam bahasa Turki dibalik. Misalnya, jika dalam bahasa Indonesia kita menyebut: kuping kucing, maka dalam bahasa Turki menjadi: kucing kuping. Seberapa banyakpun tetap dibalik dari awal sampai akhir. Contoh: sekolah taman lampu (lampu taman sekolah).
  • tamlaması ini ada jika kedua benda/orang (atau lebih) berupa benda. Jika sifat, maka tamlaması ini tidak ada.


Belirtli tamlaması [...(n)I°n ...(s)I°].

Logika pengertian dari belirtli tamlama ini adalah, benda yang memiliki atau benda pertama bendanya jelas atau khusus. Contohnya: nama dan sebuah benda yang kita tahu yang mana. Jika kita menyebutkan sebuah nama (misalnya: buku Anky) pastinya benda yang memiliki memiliki adalah hal yang spesifik bukan? (Anky; kita tahu Anky mana yang dimaksud). Contoh lain lagi, gerbang sekolah “itu”. Coba lihat, tanpa kata “itu” mungkin kita akan bisa mengira kalau yang dimaksud adalah gerbang sekolah, sekolah yang mana nggak penting, yang penting sebuah sekolah. Tapi dengan tambahan “itu” maka jelaslah sekolah mana yang dimaksud. Dalam bahasa Turki pada kata benda pertama diberi imbuhan nın, nin, nun, nün jika kata diakhiri dengan huruf vokal atau ın, in, un, dan ün jika kata diakhiri dengan huruf konsonan.

Contoh:
  • İbrahim’in gözu
  • Evin kapı
  • Kedinin kulağı
  • Kapının kolu
  • Tamerin babası
  • Şişenin kapağı


Dalam kata pertama kita juga bisa menggabungkan dua kepemilikan seperti ini:

Çantamın rengi. (benim çantam + çantanın rengi)

Tasnya siapa? Tas saya. Warnanya siapa? Warna tas. Dengan menggunakan konsep ini, jelaslah yang dimaksud adalah warna dari tas saya. Jika hanya çantanın rengi hal yang kita bisa pahami dari sini hanyalah sebuah tas, mungkin kita melihatnya di sebuah toko. Apakah itu spesifik? Ya, kita tahu tas mana yang dimaksud.


Belirtsiz tamlaması [...Ø ...(s)I°].

Jika yang diatas adalah sesuatu yang spesifik, yang ini adalah sesuatu yang umum. Contohnya, kita mau membeli sebuah sendok teh. Apakah teh yang kita maksud adalah sebuah benda yang khusus? Jelas tidak. Karenanya, yang dipakai adalah belirtsiz tamlama ini dan inilah logika pemahamannya. Bedanya dengan belirtli tamlama yaitu tidak ada imbuhan pada kata pertama.

Contoh:
  • Çay kasığı
  • Park lamba
  • Erkek çora
  • Güneş gözlüğu
  • Spor ayakkabı
  • Bilardo salonu


Awalnya memang susah untuk membiasakan diri untuk menggunakan gramer ini. Tapi pelan-pelan akan terbiasa.


Penggunaan iyelik ekleri dengan imbuhan dimana, kemana, dan darimana.


Yah, sebenarnya ini hanya tambahan saja, karena cuma menambahkan imbuhan yang sudah dipelajari. Tapi tidak ada salahnya kalau sekalian dibahas, soalnya ada sedikit hal yang harus diperhatikan disini!


Dimana? -D°A°

Iyelik ekleri + dimana


Kemana? –(y)A°

iyelik ekleri + kemana


Darimana? -D°A°n

iyelik ekleri + darimana

nah lho, untuk sen dan o kok sama? Memang demikian, karena kata tunjuk o seperti istisna, harus ada tambahan “n” ditengahnya. Terus bagaimana cara kita membedakannya? Kita pasti akan bisa membedakannya melalui konteks kalimat.

İnfo tambahan:
  • Jika nama orang yang memilikinya berakhiran huruf “k” khususnya, maka penulisannya akan sama tetapi dibaca dengan ses yumuşaması.
               Contoh: Faruk’un (dibaca Faruğun)


Sekian teman-teman.
Semoga bermanfaat. R
daha fazla →